Perawan Tua dari Tuban

Tukang Tenun
Tukang Tenun

Di dalam sebuah kereta, saat pertama kali kami bertemu, Savitri—yang sekarang menjadi istriku—pernah bercerita: bahwa saat ia masih perawan, ia pernah hendak dinikahkan dengan paksa oleh Ibunya. Namun ia batal menikah karena suatu masalah. Sebelum aku berangkat kerja, izinkan aku untuk menceritakannya sebentar, bercerita tentang bagaimana Tuhan sangat pandai dalam mengatur jodohnya. Begini ceritanya..

Baca lebih lanjut

Savitri Jadi Sintren

Sintren

Pada malam bulan purnama, kau akan melihat penduduk Desa Lasem berkumpul di lapangan, melihat seorang perawan keluar dari kurungan ayam dan menari dengan memakai kacamata hitam. Ia akan menari dengan gerakan yang monoton. Dan jika sudah seperti itu, orang-orang akan percaya bahwa roh Dewi Lanjar telah turun ke bumi dan merasuki tubuhnya. Itulah tarian Sintren yang akan kau saksikan jika malam bulan purnama tiba.

Baca lebih lanjut

BackpacKere: Semarang Dalam Nuansa Imlek

Hi, Guys? How are you doing? Tumben-tumbennya saya ngepost Trip Report. Haha, iya, kebetulan lagi jadi pengangguran, jadi banyak waktu buat jalan-jalan. Kemarin, tanggal 17 Februari, saya ada panggilan wawancara kerja di salah satu perusahaan di Semarang. Nah, karena dalam suasana Imlek, akhirnya coba-coba untuk bikin #ImlekTrip usai wawancara 🙂

Perjalanan dimulai pukul 05.25 dari Pemalang (tempat saya tinggal) menggunakan kereta Kaligung Mas jurusan Semarang Poncol. Just 2 hours. Sampai Semarang pukul setengah delapan. Lalu langsung cuss ke Simpang Lima pakai angkot buat sarapan dulu.

Simpang Lima
Simpang Lima

Niatnya mau cari Tahu Gimbal di sekitar Masjid Darussalam buat sarapan, tapi belum ada yang jualan. Yo wes sarapan bubur ayam saja. Usai sarapan, kemudian dilanjutkan jalan kaki ke tempat wawancara. Selesai wawancara jam sepuluhan. Dan.. Karena masih banyak waktu, akhirnya #ImlekTrip pun dimulai.

Baca lebih lanjut

Tentang Rendra dan Segala Cintanya

Curly Man

 

Kepada mantan, ini ada cerita untukmu. Bacalah pelan-pelan, dengan atau tanpa lagu sendu.

 

Aku mengenalmu lewat sebuah game berkelas yang kumainkan di jejaring sosial Facebook. Waktu itu malam menunjukkan pukul dua belas dan aku belum mengantuk. Malam yang beku, malam yang kaku, tanpa siapa pun di sisiku. Di tengah permainanku yang penuh jemu, kudapati kau menjadi salah satu lawan mainku. Segera kubuka akun facebook-mu, dan kuajak kau untuk berteman denganku. Iseng kubuka koleksi foto-fotomu. Dan oh Tuhan, inikah titisan Yusuf? Atau jangan-jangan kau malaikat yang sedang menjelma sebagai lelaki yang membuat jangtungku berdegup? Sejenak kurasakan bara cintaku mulai meletup. Baca lebih lanjut