Nora

doll

Mari kita panggil dia Nora, seorang anak perempuan berambut ikal berparas Indon. Ia satu kelas denganku, dan rumah kami bersebelahan. Ibuku bekerja di rumahnya sebagai pembantu. Pernah suatu hari aku ikut ibu ke rumahnya, dan kulihat Nora tengah sendirian di ruang tengah. Kuhampiri dia, lalu kita pun bermain. “Sebentar,” ucapnya sembari mengambil sebuah boneka, “namanya Aron,” katanya.

Bentuk Aron sangat aneh. Tangannya buntung satu dan ada sebuah pecahan piring menancap di bagian dada. Kutanya padanya, “Kenapa tangannya cuma satu?”

“Ia bodoh, tak bisa bermain piano. Makanya tangannya aku patahin.”

Aku terdiam, dan tak berani bertanya tentang pecahan piring yang menancap itu. Sampai akhirnya kutahu jika Aron ialah Nora yang dibaca terbalik.

Iklan

2 thoughts on “Nora

Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Tulisan Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s