Suatu Hari di Sebuah Kubikel

kubikel

 

“Kau harus ikut denganku,” ucapnya tiba-tiba sembari mengepak pakaian. Semalam, sebuah pertengkaran terjadi antara ia dan ayahnya. Amarah ayahnya meledak. Ia mengusir Intan dari rumah.  Kami pun memutuskan menjadi gelandangan. Tidur berpindah-pindah tempat, bahkan makan seadanya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menemui salah satu temannya, Bram namanya.

“Boleh aku meminjam uang?” Ucap Intan setelah basa-basi.

“Kau mau meminjam uang? Boleh-boleh saja, tapi ada syaratnya.”

“Apa?”

“Maukah kau melayaniku?” Ucap Bram yang kemudian menarik tangan Intan menuju sebuah kubikel. Tak bisa berbuat apa-apa, Intan hanya berontak dan bertetiak.

Aku yang tak tega melihat Intan, kemudian berlari ke arah Bram, mencakarnya, lalu menggigitnya. Ia teriak kesakitan, lalu memukulku dengan sebuah balok.

“Kucing bangsat!!”

 

Iklan

6 thoughts on “Suatu Hari di Sebuah Kubikel

Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Tulisan Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s