Intan

Jejak

Namanya Intan, wanita berambut ikal mayang. Aku mengenalnya lewat jejak yang ia tinggalkan di tanah basah sehabis hujan. Kuikuti jejaknya dari belakang, hingga ia menyadari jika aku sedang mengikutinya.

“Kamu siapa? Di mana ibumu? Kedinginan ya? Sini aku peluk,” ucapnya sambil mengulurkan tangan, lalu memelukku.

Sebagai anak yatim, kini aku diasuh olehnya. Kau tahu, selama di rumahnya, aku mulai mencintanya. Ia juga sepertinya mulai mencintaiku. Tapi cinta tak akan menyatukan kita, karena kita memiliki banyak perbedaan. Beda umur, juga beda dunia.

Tanpa sadar ia menangis saat di hadapanku, lalu perlahan memelukku. Di pelukannya, aku dapat mendengar detak jantungnya, detak jantung orang yang tak ingin kehilangan.

“Kau jangan pergi ya,” ucapnya lirih.

 

Berlanjut ke sini

Iklan

Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Tulisan Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s