Penghuni Terakhir

Bayu, begitulah namanya. Pria 30 tahun dengan tattoo tengkorak di lengan yang menjadi ciri khasnya. Terkatung-katung ia duduk di kursi goyang, sambil sesekali menyeruput kopi.

Tak seperti biasanya, ia bergegas mandi, keramas, lalu memotong kukunya. Tak lupa ia melipat selimutnya, membereskan pakaian-pakaiannya, lalu memakai kemeja batik kesukaannya.

“Menjadi manusia terakhir yang akan dijemput Izrail itu harus rapi,” katanya sambil menyisir rambut.

Kemudian ia menuju jendela, memandang bebas halaman rumahnya. “Semoga mereka bangga menjemputku,” katanya sambil membayangkan wajah Sang Malaikat.

Malamnya, jam 01:05. Hujan.

“Buka pintunya cepat!” Terdengar suara ketukan pintu dari luar.

Dengan mengantuk dan malas, ia pun bangun, “Iya, tunggu seben…” Ia terdiam, menyadari dirinya sebagai manusia terakhir di bumi.

Iklan

Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Tulisan Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s