Hey, Akhirnya Kita Bertemu Juga

Dear Ririn, akhirnya ketemu kamu juga. Senang, deg-degan, dan haru bercampur menjadi satu. Mungkin ini pertemuan pertama kita setelah kita pergi meninggalkan kota kita. Kau ke Semarang, sementara aku ke Purwokerto. Kau ingat kapan terkahir kali kita bertemu? Hah?! Lupa? Sama, aku juga.

Ah, ternyata kamu masih seperti yang dulu. Tubuh mungil dengan bibir merah jambu yang menjadi ciri khasmu. Tadi sempat ada sedikit yang membuatku kaget, yaitu logatmu yang kini telah “ke-semarang-marangan” atau apalah namanya.

Oiya, sebenarnya tadi aku ingin berlama-lama di depanmu. Melihat senyummu, sambil sesekali membayangkan masa depan kita. Jika kau bertanya kenapa tadi aku begitu cepat bertemu, ku jawab karena aku tak tahu harus mengobrol apalagi. Pertanyaan-pertanyaan yang sudah kusiapkan sebelumnya, mendadak hilang karena senyummu.

Kau tahu saat aku pulang? Di rumah, tiba-tiba aku seperti anak kecil yang baru saja mendapat uang Rp. 10.000. Loncat-loncat kegirangan karena melihat senyummu. Berlebihan? Mungkin iya.

Semoga nanti ada banyak pertemuan-pertemuan lagi yang jauh lebih lama dari ini. Yang jauh lebih menyenangkan dari ini.

Maaf jika surat ini terlalu berlebihan. Tadinya surat ini ingin aku tulis menggunakan bolpoin. Tapi berhubung tulisanku jelek, terpaksa aku tulis di blog.

Sudah dulu ya. Bingung soalnya mau nulis apalagi.

Oiya, jangan lupa simpan baik-baik hadiahku tadi. Anggap saja itu tanda terima kasihku atas pertemanan kita selama ini.

Salam.

Pemalang, 18 Januari 2012

 

#30HariMenulisSuratCinta

Iklan

Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Tulisan Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s