Praktek Membedah Mayat

Di sebuah kampus Jurusan Kedokteran, sedang dilakukan praktek untuk menguji seberapa besar kemampuan para mahasiswa baru.

Dosen: Selamat pagi anak-anak. Hari ini kita ada praktek dadakan, yaitu Praktek Membedah Mayat.

Mahasiswa Baru (maba) : *kaget* Hah? Praktek membedah mayat? Nggak, Pak! Nggak mau!

Dosen: Kalian harus mau. Apa kalian mau mendapat nilai E?

Maba: Tidak, Pak!

Dosen: Oke, kalau begitu kita mulai saja prakteknya.

Mereka pun bergegas menuju laboratorium dan mengambil baju praktek serta masker.

Tak lama kemudian dosen mendekati mayat yang digunakan untuk praktek.

Dosen: Oke anak-anak sekarang ikuti apa yang diinstruksikan bapak. Ada beberapa faktor yang perlu kalian perhatikan. Pertama: kalian jangan takut dan jangan jijik dengan mayat.

kemudian si dosen pun memasukkan jaritengahnya ke anus mayat, lalu menjilatnya.

Karena takut tidak mendapatkan nilai, kemudian para mahasiswa mengikuti apa yang dilakukan dosen.

Seketika banyak mahasiswa yang muntah karena tidak kuat dengan baunya.

Di tengah keributan, kemudian sang dosen berbicara.

Dosen: Anak-anak, mohon tenang sebentar. Ada faktor lagi yang perlu kalian perhatikan, yaitu faktor ketelitian. 

Jadi tadi bapak memasukkan jari tengah bapak ke anus mayat dan menjilati jari telunjuk bapak.

Iklan

2 thoughts on “Praktek Membedah Mayat

Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Tulisan Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s