Tikus Putih Kesayangan Nia

Jarum jam berputar ke arah kiri. Kembali ke hari Sabtu, pukul 06.00.

 

“Aku berangkat sekolah dulu ya!” Ucap Nia sambil mencium seekor tikus putih.

Akhir-akhir ini, bocah kecil kelas 5 SD itu senang sekali memelihara tikus di kamarnya yang ia tempatkan pada kotak kaca.

 

***

Minggu siang. Pak Andi, ayahnya Nia, terlihat tengah kebingungan mencari tikus untuk eksperimennya besok. Tiba-tiba ia teringat anaknya yang memelihara seekor tikus di kamarnya.

 

Malamnya, saat Nia sedang tidur, pelan ia memasuki kamar anaknya. Mencuri tikus peliharaannya, lalu pergi.

 

***

Paginya, Nia menangis, melihat tikusnya hilang.

“Ma, mama di mana? Mama jangan pergi!” tangisnya.

Hanya dia yang tahu tikus itu adalah ibunya, yang terkena kutukan ketua adat.

Iklan

Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Tulisan Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s