Semalam Itu Siapa?

Jam Sembilan malam. Kulihat Mbah Tardjo tengah sendirian di ruang tamu. Pelan kuhampiri dia.

“Kemari, Nak! Tak usah malu-malu”

Sepertinya ia mengatahui kedatanganku.

“Kek, kakek kenapa belum tidur? Kakek kangen nenek?”

“Iya, Nak! Kakek ingin bertemu nenekmu lagi”

“Dulu, kalau kakek sempat menyelamatkan nenekmu dari bidikan tentara Belanda, mungkin sekarang ia masih hidup,” lanjutnya sambil mengusap kerutan di pipi.

“Ya sudah, jangan sedih terus, Kek. Besok aku antar kakek ke makam nenek ya!”

 

****

Paginya, saat aku terbangun, kuceritakan kejadian semalam kepada mama. Tapi mama tak percaya.

“Kamu ini bicara apa sih? Dua bulan yang lalu kakekmu sudah pindah ke Panti Jompo, Sayang. Apa kamu lupa?”

“Lalu yang semalam itu siapa, Ma?”

Iklan

Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Tulisan Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s