Pengemis Ibukota

Namaku Andi, pengemis lampu merah ibukota. Melihat kondisi fisikku saat ini, mungkin kalian akan lari ketakutan. Ya, aku cacat. Jariku tidak lengkap dan ada nanah di sekitar lenganku.

 

Sembilan tahun yang lalu, sebenarnya aku dilahirkan dalam kondisi normal seperti bayi-bayi lainnya. Semua ini berawal dari lumpur itu. Saat usiaku tiga tahun, lumpur itu menyembur. Rumahku tenggelam, dan aku tak punya tempat tinggal lagi. Ibuku yang telah ditinggal ayah dan hanya bekerja sebagai penjual gorengan, terpaksa harus pindah ke Jakarta dan menjadi pengemis ibukota. Semua ini demi uang, katanya.

“Nak, maaf, ibu harus menghilangkan jarimu. Mungkin dengan ini ibu akan lebih mudah mencari uang,” katanya sambil memotong jari tanganku dan menyilet lenganku.

Iklan

Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Tulisan Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s