Pelacur Taman Kota

Malam itu, mungkin malam paling gila bagiku. Tiba-tiba aku ingin sekali memperkosa wanita muda. Tepatnya wanita yang sering duduk di taman tengah malam. Namanya Mawar. Orang-orang sering memanggilnya sebagai pelacur Taman Kota.

 

Jam 10 malam. Aku sudah merencanakan sesuatu. Ia aku cegat saat hendak ke taman. Tubuhnya yang seksi, segera aku seret ke semak-semak. Dengan sisa alkohol di mulutku, aku pun memperkosanya. Ia teriak, mencoba memberontak.

“Diam kau pelacur!”

Aku yang saat itu tengah mabuk, tak sengaja menghantamnya dengan batu. Ia diam. Tak bernyawa.

Saat hendak kupotong tangannya, kulihat sebuah cincin emas di jarinya. Kuamati cincin itu. Ada tulisan Mawar di sisinya. Mengingatkanku dengan anakku yang hilang 20 tahun yang lalu.

 

 

Iklan

Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Tulisan Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s