Maaf

“Mas, minggu depan aku ulang tahun. Kamu bisa pulang kan?”

Sebuah pesan muncul di layar ponselku.

“Ya ampun, aku lupa. Iya, nanti aku pulang.”

 

Satu mingu kemudian….

Pagi hari. Ponselku berdering. Isteriku memangil.

“Mas, kok belum pulang juga?”

“Maaf, Dek. Ini aku lagi meeting. Mungkin siangan baru pulang.”

“Tuh kan nyebelin!” Tuutt!!

“Yah, dimatiin,” ucapku dalam hati.

 

Siang hari. Aku bergegas pulang. Jalanan sepi. Aku mengebut.

Saat di petigaan jalan, tak sengaja aku menabrak seorang wanita. Ia terpelanting. Kuhiraukan dia.

 

Sesaat sebelum sampai rumah, ponselku mendadak berdering. Mama memanggil.

“Her, kamu di mana? Isterimu meninggal barusan. Tertabrak motor di pertigaan.”

 

Tubuhku lemas.

Kubalikkan motorku menuju pertigaan tadi. Semoga itu bukan isteriku.

Iklan

3 respons untuk ‘Maaf

Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Tulisan Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s